Pengembangan pembelajaran seni rupa




Скачать 86.19 Kb.
НазваниеPengembangan pembelajaran seni rupa
страница4/4
Дата конвертации21.04.2013
Размер86.19 Kb.
ТипДокументы
1   2   3   4

1. Menggambar Bentuk Topeng

Topeng memang agak sulit digambarkan karena banyak variasi-nya. Upaya mewujudkan gambar sebuah topeng sama dengan menggambar bentuk dengan model topeng. Sebagai gambar bentuk, maka hal yang paling mendasar adalah memindahkan obyek (dalam hal ini topeng) ke dalam bidang gambar secara tepat. Dengan demikian diperlukan ketajaman dan ketelitian pengamatan untuk mencapai detil bentuk obyek, termasuk didalamnya proporsi gelap terang (pencahaya-an), modulasi, ketepatan/ kemiripan, bentuk, warna, dengan memperhati-kan perspektif, gelap terang, dan bayang-bayang.

Langkah-langkah menggambar bentuk topeng dapat dilakukan sebagai berikut:

  1. membuat bentuk global topeng misalnya: bulat, bulat telur atau tak beraturan dan sebagainya;

  2. membagi bidang topeng menjadi 3 bagian;

  3. menentukan posisi mata, hidung, mulut dan juga hiasan-hiasan yang ada;

  4. membuat detil bentuk masing-masing bagian wajah;

  5. membuat gelap-terang dengan menggunakan berbagai teknik arsiran.


Berikut salah contoh langkah-langkah menggambar bentuk topeng. Mulailah dengan sket dan kemudian teruskan dengan memberi arsiran.


sa400113mästèrpiecê(531)


Topeng Dewi Ragil Kuning Sket Topeng Dewi Ragil Kuning

sa400114

Bentuk Topeng Dewi Ragil Kuning

Untuk melatih keterampilan siswa diminta memilih topeng sendiri kemudian membuat gambar bentuk sesuai dengan langkah-langkah tersebut.


2. Mendesain Bentuk Topeng

Untuk mendesain topeng perlu memperhatikan faktor faktor yang harus memenuhi prinsip seni terapan, yaitu:

  1. Faktor Estetis (mempunyai nilai indah)

Karya seni kriya dikatakan indah apabila letak dan susunan (kompo-sisi) unsur seninya tepat, baik bentuk maupun letaknya sehingga tampak serasi atau harmonis. Disamping itu harus ada unsur kelembutan, kehalusan, kerapian, dan kerajinan.

  1. Faktor Artistik

Suatu karya seni dikatakan mempunyai nilai artistik bila karya tersebut mempunyai nilai yang memenuhi unsur seni, prinsip seni, dan fungsi seni.

c. Faktor kegunaan (applied)

Faktor kegunaan merupakan yang terpenting bagi seni kriya (seni rupa terapan). Dalam hal ini perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut.

1) Keluwesan (flexibility) terdapat pada hubungan yang serasi antara bentuk-bentuk benda dengan nilai gunanya, misalnya kerajinan topi yang enak dipakai dan indah dipandang.

2) Keamanan (security)

Benda seni kriya harus dapat menimbulkan rasa aman bagi pemakai atau pengunanya.

3) Kenyamanan (comfort)

Setiap benda kriya sebaiknya membuat nyaman dan senang pemakai atau penggunanya.

d. Faktor Tempat

Karya kriya (kerajinan) yang diciptakan harus mempertimbangkan segi empat yang digunakan untuk meletakkan benda kriya tersebut.

e. Faktor Rasa Bahan (karateristik bahan)

Faktor rasa bahan adalah sifat dari suatu bahan,misalnya,sifat tanah liat, plastisin yang plastis, logam yang bersifat keras, kayu yang lunak dan keras,dan rotan yang bersifat lentur.

f. Faktor Selera

Karya seni kriya hendaknya dapat memenuhi selera atau permintaan pasar atau pemakai, karena memiliki tujuan komersil.

Berikut adalah salah satu contoh langkah-langkah merancang topeng dalam bentuk sket.

sa400111sa400109


sa400106


Gambar sket rancangan Topeng


D. Ringkasan

  1. Ciri-ciri seni rupa adalah jenis seni yang menggunakan media rupa (visual), berorientasi pada produk, dan dapat dinikmati dalam jangka waktu yang lama atau berulang-ulang.

  2. Jenis-jenis seni rupa antara lain meliputi: gambar, seni lukis, seni patung, seni grafis. desain grafis, seni kerajinan/kriya, dan seni instalasi.

  3. Unsur seni rupa meliputi: garis, raut, warna, tekstur, ruang, dan gelap terang. Sedangkan prinsip seni rupa meliputi: kesatuan, keseimbangan, ritme, proporsi, aksen, dan proporsi.

  4. Prosedur apresiasi seni rupa meliputi: mengidentifikasi, menganalisis, dan menafsirkan.

  5. Prosedur berkarya seni berkarya seni murni dan berkarya seni terapan.

E. Latihan

  1. Secara berkelompok (4 - 5 orang) lakukanlah kegiatan diskusi untuk menghasilkan pemetaan kerangka isi bahan ajar kompetansi dasar apresiasi seni rupa untuk satu semester. Kemudian kembangkanlah salah satu sub materi secara lebih rinci dengan mengkaji buku ini dan sumber lain.

  2. Berdasarkan hasil pengembangan sub materi latihan 1, buatlah bagan prosedur apresiasi dan berkarya rupa untuk siswa sekolah menengah serta model-model format observasinya.

  3. Tempelkan beberapa hasil karya seni (misalnya: gerabah), kemudian lakukanlah kegiatan apresiasi sesuai prosedur. Selanjutnya lakukan berkarya seni (misalnya mendesain gerabah).

  4. Secara berkelompok (4 - 5 orang) buatlah rancangan pameran hasil karya seni rupa (berdasarkan pengalaman atau sumber pustaka yang pernah dipelajari).
1   2   3   4

Похожие:

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconНеподвижная текущая вода
Все мысли и чувства, или четыре психических совокупности (khandhā) чувство, восприятие, воля и сознание это nāma, все они не имеют...

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconPengembangan dan Inovasi Pendidikan Karakter Melalui Berbagai Bidang

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconModul Seni Musik NonKlasik

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconSilabus pembelajaran

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconIndikator/Tujuan Pembelajaran

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconRencana pelaksanaan pembelajaran (2)

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconRencana pelaksanaan pembelajaran

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconVia Ulisse Seni 2 00153 Roma Tel. 39-06. 58. 33. 11. 35 Fax 39-06. 580. 38. 08

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconRencana pelaksanaan pembelajaran (rpp)

Pengembangan pembelajaran seni rupa iconUsaha penggelondongan ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) untuk mendukung pengembangan budidaya laut di sulawesi tenggara

Разместите кнопку на своём сайте:
kk.convdocs.org



База данных защищена авторским правом ©kk.convdocs.org 2012
обратиться к администрации
kk.convdocs.org
Главная страница