Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional




Скачать 157.16 Kb.
НазваниеPerdamaian Dunia dan Organisasi Internasional
страница1/4
Дата конвертации09.05.2013
Размер157.16 Kb.
ТипДокументы
  1   2   3   4
HANDOUT 12

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional

10.1 Pendahuluan

Istilah damai tidak bisa dipisahkan dengan istilah perang. Hampir seluruh umat manusia menginginkan situasi hidup yang damai dan sebaliknya hampir seluruh umat manusia membenci perang. Namun ironisnya dunia ini tidak pemah luput dari peperangan. Bahkan sepertinya perang sudah merupakan bagian dari kehidupan manusia. Dua istilah, perang dan damai, bisa diibaratkan seperti dua sisi dari -sekeping mata uang logam. Keduanya tidak dapat dipisahkan melainkan menyatu dalam kehidupan sejak manusia menjadi penghuni dunia.

Sebagai bukti bahwa antara perdamaian dan peperangan telah lama menjadi bagian kehidupan umat manusia, seorang Jenderal Cina dari zaman dinasti Han yang bernama Wu Wei Ti namun lebih dikenal dengan sebutan Chao Chao (155-220) menggariskan dalil politiknya sebagai berikut: Barangsiapa cuma mengandalkan perang sebagai sarana, is akan musnah, dan barangsiapa c.uma mengandalkan cara damai, is akan binasa. Sementara Scipio Mayor mengucapkdo pula dalil politiknya yang terkenal dalap sejarah: Si vis pacem para bellum, artinya bila menghendaki perdamaian, bersiaplah untuk berperang. Pada zaman kemerdekaan, bangsa In­donesia pun mempunyai semboyan: Kita cinta damai, tetapi lebih cinta kemerdekaan.

Bagi masyarakat internasional yang telah menyadari betapa besar penderitaan akibat perang maka mereka akan berusaha untuk mencegah malapetaka akibat perang dan berusaha maksimal untuk menciptakan perdamaian dunia. Namun, ditengah-tengah upaya untuk menciptakan perdamaian, pada saat yang bersamaan itulah peperangan berkecamuk. Karena itulah masyarakat internasional pada saat ini cenderung terus mengembangkan pola-pola hubungan antar bangsa dengan sasarannya adalah menciptakan perdamaian dunia.

10.2 Dasar-dasar Perdamaian Dunia

Secara historis peristiwa penting yang dapat dijadikan dasar­dasar upaya umat manusia untuk menciptakan perdamaian dunia dimulai sejak adanya Konperensi Perdamaian Den Haag I tahun 1899 dan Konferensi Perdamaian Den Haag II tahun 1907. Dua Konperensi ini adalah kelanjutan dari Konperensi Perdamaian tahun 1856 dan Konperensi Jenewa 1864. Dua Konperensi Perdamaian Den Haag tersebut dianggap sangat penting: pertama, bagi perkembangan hukum internasional; dan kedua, bagi perdamaian dunia demi masa depan umat manusia. Bagi hukum internasional, konperensi Den Haag telah berhasil membentuk Mahkamah - Arbitrase Permanen yang.sekarang menjadi salah satu badan utama PBB, yakni Mahkamah Internasional. Bagi masa depan umat manusia, karena dua konperensi perdamaian ini telah menjadi cikal bakal terbentuknya badan dunia LBB (League ofNations) dan PBB (The>United Nations) yang bertujuan untuk memelihara keamanan dan ketertiban dunia demi terciptanya perdamaian dunia.

Selain itu, kelahiran organisasi dunia yang pertama (LBB) tahun 1919 tidak terlepas pula dari peran seorang negarawan atau Presiden Amerika Serikat saat itu, Woodrow Wilson, yang merasa terpanggil untuk mengupayakan cara menghindari terulangnya penderitaan masyarakat dunia akibat Perang Dunia I (1914-1918). Setelah berakhirnya perang dunia, Woodrow Wilson merumuskan dasar­dasar perdamaian dunia sebanyak 14 butir. Namun dari 14 butir itu, dasar yang paling penting bagi pembentukan lembaga internasional adalah butir berikut ini:

1) perlunya ada pengurangan atau pembatasan dalam persenjataan; 2) setiap bangsa mempunyai hak menentukan nasib sendiri; dan 3) . perlu dibentuk lembaga internasional.

Dengan adanya masukan tentang dasar-dasar perdamaian ini maka pada tahun 1919 berdirilah LBB yang berkedudukan di Genewa, Swiss. Namun usia organisasi internasional ini tidak dapat bertahan lama karena pada tahun 1937 meletuslah Perang Dunia II yang sebelumnya ditandai keengganan Amerika Serikat menjadi anggota dan keluarnya Jepang, Italia, dan Jerman dari badan dunia ini.

Selama PD II berkecamuk (1939-1945) para pemimpin dunia yang diwakili oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchil dan Presiden Amerika Serikat Roosevelt mengadakan perundingan untuk menghentikan Perang Dunia yang semakin lama semakin banyak menimbulkan korban baik harta maupun jiwa. Hasil dari perundingan tersebut selanj utnya dirumuskan dalam suatu piagam yang dikenal dengan Atlantic Charter. Isi piagam ini sangat penting sehingga mendapat sambutan baik dari masyarakat internasional yang sedang mendambakan adanya perdamaian dunia.

Sebagai perwujudan dari adanya Piagam Atlantik (Atlantic Charter) ini maka pada tanggal 24 Oktober 1945 didirikanlah lembaga intemasional sebagai pengganti LBB yang diberi nama "The United Nations" (PBB=Perserikatan Bangsa Bangsa). Lembaga internasional ini dibentuk dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip yang telah disepakati bersama oleh 51 negara anggota asli (original members) PBB sebagaimana tertera pada pasal 2 Piagam PBB sebagai berikut.

Dalam mencapai tujuannya, PBB dan semua anggotanya akan bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip berikut:

  1. PBB berdasarkan pada prinsip persamaan kedaulatan bagi semua anggota;

  2. Disamping memperoleh hak-hak dan keuntungan, semua anggota PBB mempunyai kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan;

  3. Semua anggota PBB harus menyelesaikan perselisihan dengan cara darnai sehingga keamanan dan perdamaian serta keadilan tidak terganggu;

  4. Semua anggota PBB harus dapat menahan diri terhadap tindakan yang mengancam kedaulatan atau kemerdekaan suatu negara atau tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan PBB;

  5. Semua anggota PBB harus memberikan bantuan kepada setiap usaha PBB yang sesuai dengan piagam dan menahan diri terhadap upaya suatu negara yang bertentangan dengan piagam PBB;

  6. PBB harus dapat menjamin bahwa negara-negara yang bukan anggota senantiasa bertindak sejalan dengan upaya pemeliharaan keamanan dan perdamaian dunia;

  7. PBB tidak diperkenankan mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.

10.3 Tujuan Perdamaian

Perdamaian adalah suatu situasi yang didambakan dan dirindukan oleh setiap manusia beradab yang sedang dilanda konflik atau peperangan. Sehingga dalam situasi demikian, perdamaian merupakan tujuan. Dalam pengertian sederhana perdamaian identik dengan keadaan suatu masyarakat dalam ketiadaan konflik atau bebas konflik. Upaya menciptakan perdamaian atau membebaskan masyarakat dari situasi perang atau konflik tanpa ada upaya mengatasi sebab-sebab potensial dari perang dikenal dengan perdamaian yang negatif. Sebaliknya, upaya perdamaian yang sejati, yakni disertai upaya menjaga keseimbangan sosial-ekonomi, pengakuan terhadap pluralisme masyarakat serta keadilan dan kemerdekaan individu maupun kolektif dikenal dengan perdamaian yang positif.

Perdamaian dalam pengertian yang negatif merupakan situasi damai yang tidak sempuma karena bersifat sementara. Artinya, setelah tercapainya perdamaian negatif umumnya dapat menimbulkan situasi konflik atau perang kembali. Perdamaian yang dicita-citakan adalah perdamaian yang positif. Akan tetapi, upaya kearah ini sangatlah tidak mudah karena situasi ini memerlukan adanya kesepakatan tentang nilai-nilai politik atau perdamaian politik dari masing-masing negara.

Selain adannya masalah betapa sulitnya menciptakan perdamaian dunia maka ada pertanyaan lanjutan. Apabila perdamaian itu telah tercapai, apakah tujuan dari perdamaian itu?

Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bagian pembukaannya menyatakan suatu tekad yang dianggap sebagai cita­cita atau tujuan dari seluruh masyarakat dunia yang damai sebagai berikut:

  1. untuk menyelamatkan keturunan umat manusia dari bencana perang yang telah dua kali menimbulkan kesengsaraan;

  2. memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia, harkat dan derajatnya, persamaan hak bagi laki-laki maupun perempuan, bagi semua bangsa besar ataupun kecil;

  3. menegakkan keaaan yang adil, menghargai kewajiban­kewaj iban yang timbul dari perj anj ian, dan memelihara hukum internasional; dan

  4. meningkatkan kemajuan masyarakat dan kehidupan yang lebih baik dalam situasi alam kemerdekaan.

Semua kondisi yang dicita-citakan diatas hanya dapat dicapai apabila kondisi dunia ada dalam keadaan damai. Dengan kata lain, semua keinginan untuk menyelamatkan keturunan, menjaga hak­hak asasi manusia, menegakkan keadilan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dunia sulit tercapai dalam situasi perang.

10.4 Keamanan dan Ketertiban Dunia sebagai Tujuan Bersama

Situasi yang aman dan tertib dalam hubungan internasional merupakan dambaan dari seluruh umat manusia. Sebagai bukti, masyarakat intemasional telah menggariskan hal ini sebagai tujuan PBB. Selengkapnya bunyi tujuan PBB ini dapat kita simak pada pasal l Piagam PBB sebagai berikut:

Tujuan Perserikatan Bangsa Bangsa adalah:

  1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional dengan cara mencegah, melenyapkan, dan menyelesaikan setiap ancaman dan gangguan terhadap perdamaian sesuai dengan asas-asas dan hukum internasional;

  2. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan atas asas persamaan hak menentukan nasib sendiri;

  3. Mewujudkan kerjasama internasional dalam memecahkan masalah-masalah internasional di lapangan ekonomi, sosial, budaya, atau yang bersifat kemanusiaan dan menghargai hak­hak dan kebebasan-kebebasan manusia tanpa membedakan bangsa, jenis, bahasa, atau agama; dan

  4. Menjadikan PBB sebagai pusat untuk menyelaraskan segala tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama.

Pada awal kelahirannya, semua tujuan yang tercantum dalam Piagam PBB ini disahkan oleh 51 negara yang mewakili setiap benua. Sampai tahun 1996, anggota PBB telah bertambah lebih dari tiga kali lipat sehingga jumlahnya menjadi 185 negara. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh masyarakat dunia mengakui terhadap tujuan PBB dalam piagamnya. Dengan kata lin, keamanan dan ketertiban dunia merupakan tujuan bersama dari seluruh bangsa­bangsa di dunia.

Selain itu, PBB adalah organisasi internasional, milik dari mayoritas negara yang ada di dunia. Sehingga isi piagam dan keputusan-keputusannya dapat menimbulkan hukum (law making treaty). Artinya setiap negara, bukan hanya negara anggota PBB tetapi juga negara bukan anggota PBB, terikat oleh isi piagam ini. Kesimpulannya, keamanan dan ketertiban dunia yang telah menjadi tujuan PBB secara langsung mengikat setiap negara dan setiap negara wajib untuk mewujudkannya.

10.5 Association of South East Asian Nations (ASEAN)

ASEAN adalah organisasi regional atau perhimpunan bangsa­bangsa yang ada di kawasan Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan di Bangkok (Muangthai/Thailand) berdasarkan pada Deklarasi Bangkok (Bangkok Declaration) sebagai hasil konperensi para Menteri Luar Negeri lima negara yang lwrada di kawasan Asia Tenggara dari tanggal 5-8 Agustus 1967. Deklarasi Bangkok itu sendiri disahkan pada tanggal 8 Agustus 1967 yang sekaligus menandai hari lahimyaASEAN. Adapun lima Menteri Luar Negeri yang mewakili negaranya masing-masing ialah Adam Malik (Indo­nesia), Rajaratnam (Singapura), Narcisio Ramos (Filipina), Tun Abdul Rajak (Malaysia), dan Thanat Khoman (Muangthai).

Pada awal kelahirannya, sesuai dengan isi Deklarasi Bangkok, ASEAN lebih mengutamakan kerjasama di bidang ekonomi, sosial budaya, ilmu pengetahuan, teknik dan administrasi. ASEAN bukanlah organisasi pakta pertahanan atau militer. Bidang kerjasama ini sesuai dengan kebutuhan dan kepetingan nasional negara anggota masing-masing pada saat itu.

Dari tahun ke tahun perkembangan ASEAN semakin maju dan kemanfaatannya sangat dirasakan oleh setiap negara anggotanya. Karena melihat kondisi demikian, Brunei Darussalam sebagai negara yang barn dimerdekakan oleh Inggris, langsung tertarik untuk nenj adi anggota. Demikian pula Vietnam. Kedua negara ini sekarang :elah menjadi anggota ASEAN sehingga jumlahnya menjadi 7 iegara. Tiga negara lainnya yang berada di kawasan Asia Tenggara Burma, Laos dan Kamboja) yang statusnya telah lama sebagai )eninjau tidak lama lagi akan menjadi anggotaASEAN.

Asas dan Tujuan ASEAN

Berdasarkan atas Deklarai Bangkok, ASEAN sebagai )rganisasi regional memiliki asas-asas yang menjadi pedoman bagi ,etiap negara anggotanya sebagai berikut:

  1. Saling menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan perdamaan derajat setiap negara anggota.

  2. Setiap negara anggota mempunyai hak hidup yang bebas dari camper tangan pihak luar.

  3. Setiap anggota tidak boleh melakukan campur tang4n (intervensi) terhadap urusan dalarn negeri masing-masing nega i a anggota.

  4. Setiap persengketaan hendaknya diselesaikan dengan ca~ta damai.

  5. Setiap negara berjanji untuk tidak melakukan ancaman atau kekerasan.

  6. Setiap anggota hendaknya mengadakan kerjasama seca~ta efektif.

Semua asas ini telah menunjukkan sebagai pedoman yang efektif dan telah menjadi semangat ASEAN untuk memecahkan setup permasalahan baik antar sesama anggotaASEAN maupun dengan negara dan organisasi internasional lainnya.

Selain memiliki asas, ASEAN juga memiliki tujuan sebagaimaha tertera di dalam Deklarasi Bangkok (8 Agustus 1967) sebagai berikut:

  1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial serta pengembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara melalui usaha bersama dengan semangat persaniaan dan persahabatan sehingga bangsa-bangsa di Asia Tenggara dapat hidup sejahtera dan damai;

  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan cara saling menghormati keadilan dan tertib hukum dalam rang)ta hubungan antar negara di kawasanAsiaTenggara dengan tetap mematuhi prinsip-prinsip Piagam PBB;

  3. Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling memb aritu dalarn masalah-masalah kepentingan bersama dalam bidairg ekonomi, sosial, budaya, teknik,,ilmu pengetahuan dan administrasi;

  4. Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesional,. teknik dan administrasi;

  5. Bekerjasama dengan cara yang leb?h efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian, industri, perluasan perdagangar. komoditi internasional, perbaik.n sarana-sarana angkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat;

  6. Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara; dan

  7. Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi-organisasi internasional dan regional lain.

2. Struktur Organisasi ASEAN

Agar organisasi perhimpunan negara-negaraAsiaTenggara ini dapat bejalan dengan baik sesuai dengan asas dan tujuannya, maka ASEAN mempunyai struktur organisasi sebagai berikut:

  1. Sidang Tahunan Para Menteri, ialah sidang tertinggi yang dihadiri oleh para MenteriLuar Negeri yang diselenggarakan setiap tahun di setiap negara anggota menurut urutan abjad.

  2. Standing committee, ialah suatu badan yang bersidang diantara dua sidang Menteri Luar Negeri yang dipimpin oleh menteri luar negeri negara tempat bersidang dan dihadiri oleh setiap duta besar negara-negara anggota ASEAN.

  3. Komite Tetap (Pemanent Committee) dan koinite khusus, ialah komite yang beranggotakan para tenaga ahli serta pejabat pemerintah negara-negara anggota.

  4. Sekretariat Nasional ASEAN yang ada di setiap ibukota Negara anggota ASEAN.

Komite tetap dan komite khusus ini ada di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal. Adapun struktur organisasi dari komite tetap dan komite khusus tersebut adalah:

a. Komite-komite tetap (Permanent Committee) terdiri atas:

  1. KT mengenai keuangan

  2. KT mengenai Komunikasi dan Pelayanan Lalu Lintas

  3. KT mengenai Perdagangan dan Industri

  4. KT mengenai Angkutan Udara Sipil

  5. KT mengenai Kegiatan Sosio Kultural

  6. KT mengenai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

  7. KT mengenai Perkapalan

  8. KT mengenai Transportasi dan Komunikasi

  9. KT mengenai Turisme

b. Komite-komite khusus terdiri atas:

  1. Komite Koordinasi Khusus tentang bangsa-bangsaASEAN

  2. Komite ASEAN – Brussel

  3. Komite Khusus Bank Sentral dan Otoritas Keuangan

  4. Komite Koordinasi tentang Negara-negara Indo-Cina

  5. Pejabat-pejabat Senior tentang Karet Sintetis

  6. Komite Khusus tentang Sekretariat ASEAN

  7. Pejabat-pejabat Senior Perdagangan

Selanjutnya, dalam Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) di Kualalumpur pada bulan Agustus tahun 1977 berhasil disepakati dan disahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut:

  1. Pertemuan para Kepala Pemerintahan (Summit Meeting) sebagai otoritas tertinggi ASEAN

  2. Sidang Tahunan para Menteri Luaj Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting)

  3. Sidang para Menteri Ekonomi setiap dua kali setahun.

  4. Sidang para Menteri lainnya, seperti Penerangan, Kesehatan, Sosial, Kebudayaan, dll.

  5. Standing Committee

  6. Komite-komite (bidang ekonomi dan non ekonomi) 3. Sekretariat ASEAN

Sekretariat Tetap ASEAN didirikan untuk memenuhi kebutuhan dalam mengkoordinasikan segala kegiatan ASEAN. Hal ini mulai dirasakan setelah ASEAN berjalan selama 6 tahun. Kemudian dibentuklah Panitia Khusus yang terdiri atas para Sekjen ASEAN (sekarang Dirjen) dari kelima negara ASEAN yang bertugas merumuskan rencana pembentukan Sekretariat Tetap ASEAN. Baru setelah KTT Pertama di Bali tahun 1976 disetujui suatu dokumen yang bernama Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariate.

Secara resmi Sekretariat ASEAN didirikan pada tahun 1976 di Jakarta yang diketuai oleh seorang Sekretaris Jenderal. Masa j abatan Sekretaris Jenderal adalah selama 2 tahun secara bergiliran diantara anggota ASEAN. Sekretaris Jenderal Pertama terpilih putera In­donesia ialah H.R. Darsono. Tugasnya adalah melaksanakan pekerjaan sehari-hari yang mengkoordinasikan segala kegiatan ASEAN dan mempertanggungjawabkan kepada Sidang para Menteri Luar Negeri dan Komite Tetap ASEAN.

Dalam perkembangannya, ASEAN melalui Sekretariatnya telah banyak mengadakan komunikasi dan kerjasalma dengan sejumlah pemerintah negara di luar ASEAN dam organisasi regional maupun internasional. Misalnya, ASEAN telah menjalin kerjasama dengan

Australia, Jepang, Amerika Serikat, Canada dan Selandia Baru, MEE, organisasi internasional yang ada di bawah PBB seperti UNDP, dan sebagainya.

10.6 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) a. Sejarah Singkat Kelahirannya

PBB sebagai satu-satunya organisasi internasional yang bersifat umum milik seluruh masyarakat dunia didirikan pada tanggal 24 Oktober 1945 yang sekaligus dijadikan sebagai hari PBB. Pembentukan organisasi ini dilatarbelakangi oleh dambaan masyarakat intemasional akan perdamaian, keamanan dan ketertiban dunia yang pada saat itu dunia sedang dilanda oleh berkecamuknya perang yang telah membawa pada kesengsaraan.

Sebelum PBB didirikan tahun 1945, pada tahun 1919 telah dibentuk organisasi internasional yang bernama Liga Bangsa-Bangsa (The League of Nations) yang bertujuan untuk mencegah terulangnya kembali peristiwa Perang Dunia I (1914-1918). Akan tetapi organisasi ini dianggap gagal dan tidak mampu mengatasi meletusnya perang dunia II (1939-1945) yang telah mengakibatkan banyak korban umat manusia.

Timbullah gagasan pembentukan kembali organisasi internasional yang prosesnya dimulai sejak adanya perundingan antara PresidenAmerika Serikat Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill yang melahirkan Atlantic Char­ter. Langkah kedua, disepakatinya Deklarasi Moskow pada tanggal 30 Oktober 1943 oleh Amerika Serikat, Uni Sovyet, Inggris, Perancis, dan Cina yang menghimbau seluruh masyarakat dunia untuk mendirikan organisasi internasional yang tujuannya memelihara perdamaian dan keamanan dunia.

Sebagai kelanjutan dari Deklarasi Moskow ini, pada bulan Agustus dan Oktober 1944 berlangsung perundingan di Dumbarton


Oaks (Amerika Serikat) antara Inggris, Uni Sovyet dan Amerika Serikat. Hasil dari perundingan ini dijadikan dasar untuk Konperensi puncak di San Francisco dari tanggal 25 April sampai 26 Juni 1945 yang dihadiri oleh sebanyak 50 negara penandat angan Piagam PBB. Negara-negara yang hadir pada konperensi di San Francisco ini dianggap sebagai anggota asli (original member) PBB. Sedangkan anggota susulan yang menjadi anggota PBB disebut anggota tambahan. Hingga saat ini anggota PBB telah mencapai 185 negara anggota.

Indonesia masuk dan diakui sebagai anggota PBB pertama kali pada tanggal 28 September 1950 yang berada pada urutan ke-60. Namun karena suatu alasan Indonesia pernah keluar dari keanggotaan PBB pada tanggal 7 Januari 1965 dan masuk kembali pada tanggal 28 September 1966. Sampai saat ini Indonesia tetap menjadi anggota PBB dengan nomor unit 60 dan pada dekade terakhir ini Indonesia mendapat kepercayaan menjadi anggota Dewan Keamanan tidak tetap PBB selama satu periode.

b. Tujuan dan Asas PBB

Tujuan PBB tertera pada pasal 1 Piagam PBB (the United Nations Charter) yang disahkan pada Konperensi di San Francisco sebagai berikut:

Tujuan Perserikatan Bangsa Bangsa adalah:

    1. Memelihara perdamaian dan keamanan internasional dengan cara mencegah, melenyapkan, dan. menyelesaikan setiap ancaman dan gangguan terhadap perdamaian sesuai dengan asas-asas dan hukum internasional;

    2. Memajukan hubungan persahabatan antar bangsa berdasarkan atas asas persamaan hak menentukan nasib sendiri;

    3. Mewujudkan kerjasama intemasional dalam memecah masalah-masalah internasional di lapangan ekonomi, sosial, budaya, atau yang bersifat kemanusiaan dan menghargai hak­hak dan kebebasan-kebebasan manusia tanpa membedakan bangsa, jenis, bahasa, atau agama; dan

    4. Menjadikan PBB sebagai pusat untuk menyelaraskan segala
      tindakan bangsa-bangsa dalam mencapai tujuan bersama.

Sementara asas-asasnya tertera pada pasal 2 Piagam PBB sebagai berikut:

Dalam mencapai tujuannya, PBB dan semua anggotanya akan bertindak sejalan dengan prinsip-prinsip berikut:

  1. PBB berdasarkan pada prinsip persamaan kedaulatan bagi semua anggota;

  2. Disamping memperoleh hak-hak dan keuntungan, semua anggota PBB mempunyai kewajiban-kewajiban yang telah ditetapkan;

  3. Semua anggota PBB harus menyelesaikan perselisihan dengan cara damai sehingga keamanan dan perdamaian serta keadilan tidak terganggu;

  4. Semua anggota PBB harus dapat menahan diri terhadap tindakan yang mengancam kedaulatan atau kemerdekaan suatu negara atau tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan-tujuan PBB;

  5. Semua anggota PBB harus memberikan bantuan kepada setiap usaha PBB yang sesuai dengan piagam dan menahan diri terhadap upaya suatu negara yang bertentangan dengan piagam PBB;

  6. PBB harus dapat menjamin bahwa negara-negara yang bukan anggota senantiasa bertindak sejalan dengan upaya pemeliharaan keamanan dan perdamaian dunia;

  7. PBB tidak diperkenankan mencampuri urusan dalam negeri suatu negara.

Dan dua pasal yang memuat tujuan adan asas PBB ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pada pokoknya tujuan PBB adalah mempertahankan perdamaian, keamanan, dan ketertiban dunia sedangkan asas atau prinsip utama yang dijadikan landasan berdirinya PBB adalah adanya persamaan kedaulatan untuk seluruh negara anggota

c. Struktur Organisasi PBB

Agar organisasi ini dapat menjalakan tugas dan fungsinya sesuai dengan tujuan dan prinsip-prinsipnya maka dibentuklah alat perlengkapan PBB. Ada tiga jenis alat perlengkapan PBB, ialah badan-badan pokok (utama), badan-badan khusus, dan badan-badan PBB lainnya.

a. Badan-badan pokok PBB, terdiri atas:

  1. Majelis Umum (General Assembly);

  2. Dewan Keamanan (Security Council);

  3. Dewan Ekonomi dan Social (Ecosoc=Economic and Social Council);

  4. Dewan Perwalian (Trusteeship Council);

  5. Mahkamah Intemasional (International Court ofJustice); dan

  6. Sekretariat (Secretary)

b. Badan-badan khusus PBB, terdiri atas:

    1. Organisasi Pangan dan Pertanian atau Food and Agriculture Organization (FAO).

    2. Kesepakatan Umum tentang Bea Cukai dan Perdagangan atau General Agreement on Tariffs and Trade (GATT).

    3. Badan Tenaga Atom Internasional atau
  1   2   3   4

Добавить документ в свой блог или на сайт

Похожие:

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconOrganisasi dan Tata Kerja Kedudukan, Tugas, dan Fungsi

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconJudul : Hubungan Iklim organisasi dan penyesuaian diri terhadap Organizational Citizenship Behavior (ocb)

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconLokasi-lokasi menarik di seluruh dunia dapat anda saksikan dalam bentuk images dan peta

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconInteraksi sosial, organisasi dan kelompok sosial

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconPerubahan atas peraturan daerah kabupaten merangin nomor 19 tahun 2008 tentang organisasi dan tata kerja dinas daerah kabupaten merangin

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconZeinetan erakusten dan, zetarako dan Lora-sorta santu au

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconFungsi dan peran ternak dalam kehidupan masyarakat tana toraja sebagai aset budaya dan plasmanutfah

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional icon11am to noon Stephi Varjan 5th Dan Nishio Aikido 5th Dan Nishio Weapons. 6th Dan Toho Iai Nishio Aikido noon to 1pm

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional icon2 bumi belum mempunyai bentuk dan kosong; kegelapan menguasai samudera raya dan Roh Allah melayang-layang di atas per­mukaan air. 3

Perdamaian Dunia dan Organisasi Internasional iconKurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan

Разместите кнопку на своём сайте:
kk.convdocs.org



База данных защищена авторским правом ©kk.convdocs.org 2012
обратиться к администрации
kk.convdocs.org
Главная страница