Akuntansi Keuangan Lanjutan smk




Скачать 400.96 Kb.
НазваниеAkuntansi Keuangan Lanjutan smk
страница6/8
Дата конвертации22.12.2012
Размер400.96 Kb.
ТипДокументы
1   2   3   4   5   6   7   8




  • Pada tanggal 1 Maret 2000 kenaikan bunga yang diperhitungkan adalah sebesar Rp 36.000, bunga yang dibayarkan pada tanggal 1 Maret adalah sebesar Rp 6.000, sehingga saldo bunga yang akan dibayar atas pembelian angsuran sebesar Rp 30.000.

  • Pada tanggal 1 Mei 2000 saldo kenaikan bunga yang diperhitungkan adalah sebesar Rp 30.000, pengurangan bunga yang dibayarkan sebesar Rp 12.000, sehingga saldo bunga yang akan dibayar atas pembelian angsuran sebesar Rp 48.000,00 (Saldo Bunga yang akan dibayar atas pembelian angsuran 1 Maret Rp 30.000,00 ditambah kenaikan bunga yang diperhitungkan Rp 30.000,00 dikurangi bunga yang dibayar sebesar Rp 12.000,00).




  1. Tabel angsuran bunga bila bunga secara periodik diperhitungkan berdasarkan sisa harga kontrak.

Tanggal

pembayaran

Bunga yg didasarkan

atas harga kontrak

Angsuran atas

harga kontrak

Jumlah pembayaran

sisa harga kontrak

01-Jan-00

 

 

 

Rp 2.500.000

01-Jan-00

 

Rp 700.000

Rp 700.000

Rp 1.800.000

01-Mar-00

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

Rp 1.500.000

01-Mei-06

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

Rp 1.200.000

01-Jul-06

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

Rp 900.000

01-Sep-06

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

Rp 600.000

01-Nop-06

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

Rp 300.000

31-Des-06

Rp 36.000

Rp 300.000

Rp 336.000

-

Jumlah

Rp 216.000

Rp 2.500.000

Rp 2.716.000

 


Bunga yang dibayar setiap kali angsuran adalah sebesar Rp 36.000,00 (12% x 2/12 x Rp 1.800.000,00), angsuran yang dibayar Rp 300.000,00 sehingga jumlah pembayaran adalah sebesar Rp 336.000. Sisa harga kontrak merupakan selisih dari sisa harga kontrak angsuran sebelumnya dengan angsuran atas harga kontrak pada bulan itu.

Jika diamati maka pada metode ini akan menguntungkan penjual karena bunga yang dibayar pembeli lebih besar dari tiga metode yang lain.


BAB IV

AKUNTANSI PERUSAHAAN BERCABANG


  1. Pengertian

Dalam rangka memperluas daerah pemasaran pimpinan perusahaan melakukan usaha dengan membuka pusat-pusat penjualan yang berupa agen (agency) atau cabang (branch). Dalam hal demikian, kegiatan penjualan dikelola oleh kantor-kantor penjualan di beberapa tempat sehingga para pelanggan tidak perlu berhubungan langsung dengan kantor pusat.

Hubungan kantor pusat dan cabang secara garis besar adalah sebagai berikut:

  1. Cabang diberi modal kerja, baik uang kas, barang dagangan maupun aktiva lainnya oleh kantor pusat.

  2. Cabang dapat membeli barang dagangan dari pihak ketiga untuk memenuhi kebutuhan permintaan barang-barang lokal yang tidak dapat dipenuhi oleh kantor pusat atau apabila pembelian dapa dipertanggungjawabkan secara ekonomis.

  3. Cabang melakukan aktivitas penjualan: usaha mendapatkan pembeli, mengirimkan barang kepada langganan, membuat faktur penjualan, menagih piutang yang menyimpan uangnya di dalam rekening banknya sendiri. Dalam rangka pengawasan aktivitas cabang dapat dilakukan pembatasan kepada cabang.




  1. Sistem Akuntansi untuk Operasi Kantor Cabang

Sistem akuntansi terhadap aktivitas kantor cabang pada dasarnya dapat dapat dilaksanakan menurut sistem sentralisasi, desentralisasi atau kombinasi di antara keduanya.

        1. Sistem Sentralisasi

Sistem ini terjadi karena pembukuan terhadap transaksi-transaksi yang terjadi di kantor cabang diselenggarakan oleh kantor pusat. Kantor cabang cukup mengumpulkan dokumen dasar seperti faktur penjualan, catatan waktu kerja, voucher-voucher pengeluaran kas, dan bukti pendukung transaksi lainnya. Dokumen-dokumen tersebut atau tembusannya dikirim kepada kantor pusat untuk dicatat di dalam buku jurnal dan rekening-rekening buku besarnya.

Apabila laba (rugi) dari aktivitas cabang akan ditentukan terpisah dari kegiatan kantor pusat, maka penggunaan buku-buku jurnal khusus atau rekening-rekening pendaptan, harga pokok penjualan, dan biaya kantor cabang harus disediakan di dalam susunan rekening-rekening pembukuan kantor pusat. Sistem ini dilaksanakan dalam rangka penghematan biaya administrasi dan keseragaman prosedur dan metode pembukuan yang ditetapkan kantor pusat. Risikonya laporan keuangan dapat terlambat.


        1. Sistem Desentralisasi

Kantor Cabang mengadakan pembukuan secara lengkap. Tiap-tiap cabang menyelenggarakan buku-buku jurnal, buku besar dan buku pembantu apabila diperlukan. Suatu rekening khusus yang berfungsi sama dengan rekening modal di dalam perusahaan pada umumnya harus dibentuk untuk menampung selisih antara aktiva dan hutang-hutang kantor cabang. Rekening khusus yang biasanya disebut rekening R/K – Kantor pusat (home office account), merupakan modal bagi kantor cabang di satu pihak dan merupakan investasi atau penanaman modal oleh kantor pusat di cabang yang bersangkutan. Hasil akhir dari proses akuntansi kantor cabang ini akan tercermin di dalam laporan kantor cabang secara individual. Sedang proses penyusunan laporan keuangan periodik pada kantor cabang juga dilaksanakan seperti biasanya pada perusahaan-perusahaan yang berdiri sendiri.


Prinsip-prinsip Pelaksanaan Sistem Desentralisasi

Ciri pokok yang menghubungkan antara kantor cabang dan kantor pusat adalah:

    1. Rekening ”R/K – Kantor Pusat” terdapat di dalam rekening-rekening pembukuan kantor cabang dan ”R/K- Kantor cabang” di dalam rekening pembukuan kantor pusat. Kedua rekening ini merupakan rekening performa atau rekening sementara, yang pada akhirnya akan ditutup.

    2. Rekening “R/K kantor cabang” di kantor pusat merupakan selisih antara macam-macam aktiva dengan hutang di kantor cabang.

Kantor Pusat Kantor cabang


Macam-macam aktiva


150.000


R/K Kantor cabang Macam-macam hutang

50.000

100.000


R/K Kantor Pusat

100.000


Pada saat kantor cabang mengadakan rekening R/K kantor pusat demikian juga kantor pusat mengakui rekening R/K kantor cabang. Karena mempunyai saldo yang berlawanan dan sama jumlahnya maka disebut rekening-rekening timbal balik (reciprocal accounts). R/K kantor cabang dikantor pusat digunakan untuk mencatat investasi kantor pusat ke cabang sedangkan perubahan bentuk investasi di cabang dicatat di pusat.


Contoh:

Untuk membuka cabang, Kantor pusat mengirimkan uang tunai ke kantor cabang Rp 500.000,00 pada tanggal 1 Januari 2005. Satu bulan kemudian uang yang berasal dari kantor pusat digunakan untuk membeli peralatan sebesar Rp 200.000,00.

Maka, berikut ini akan disampaikan buku besar pada rekening-rekening pembukuan baik di kantor pusat dan kantor cabang.




Pendapatan dan biaya di kantor cabang merupakan transaksi intern. Laba atau rugi kantor cabang akan mempengaruhi investasi kantor pusat. Oleh karenanya R/K kantor pusat di kredit di akun kantor cabang. Sebaliknya, kantor pusat akan (mendebit R/K kantor cabang) dan rekening lawannya adalah Rugi laba kantor cabang, begitu sebaliknya bila terjadi rugi di kantor cabang.

Penambahan investasi terjadi karena pengiriman barang dagangan oleh kantor pusat kemudian akan dicatat dengan mendebit R/K kantor cabang dan sebaliknya oleh kantor cabang jumlah tersebut dikredit R/K Kantor pusat.

Bila cabang menggunakan sistem fisik sedangkan pusat bermaksud mengawasi barang dagangannya maka barang dagangan yang dikirim dicatat dengan mengkredit “Pengiriman barang ke cabang”. Saldo rekening pengiriman barang ke cabang merupakan kontra rekening yang mengurangi harga pokok barang yang tersedia untuk dijual pada kantor pusat. Di lain pihak kantor cabang harus mencatat dengan mendebit pengiriman barang dari kantor pusat untuk barang yang diterima dari kantor pusat. Jadi rekening pengiriman barang disebut juga sebagai rekening reciprocal accounts).

Contoh:

Kantor pusat membuka kantor cabang di kota Solo dengan mengirimkan uang tunai sebesar Rp 750.000,00 dan barang dagangan dengan harga pokok Rp 1.200.000,00 sebagai modal kerja cabang.

Maka berikut ini akan ditampilkan buku besar sebagai implikasi atas transaksi tersebut baik di kantor pusat maupun di kantor cabang.





Contoh:

Dalam usaha meningkatkan volume penjualan PT Merdeka membuka kantor cabang di Kota Magelang pada awal bulan Desember 2005. Ikhtisar transaksi yang terjadi di kantor cabang dalam bulan Desember 2005 untuk kantor cabang dan kantor pusat dengan menggunakan sistem desentrasilasi adalah seperti berikut:

(Transaksi tanggal 1sampai 31 Desember 2005)

Transaksi di Kantor Cabang

Buku-buku Cabang

Buku-buku Kantor Pusat

1). Diterima uang dari KP sebesar Rp 1.200.000,00 sebagai modal kerja

Kas Rp 1.200.000

R/K-KP Rp 1.200.000

R/K-KC Rp 1.200.000

Kas Rp 1.200.000

2). Diterima barang-barang dari KP sebesar harga pokok Rp 2.400.000,00

Pgrman br2 KP Rp 2.400.000

R/K-KP Rp 2.400.000

R/K KC Rp 2.400.000

Pngrm br KC Rp 2.400.000

3). Pembelian alat-alat perlengkapan kantor oleh Cabang secara tunai Rp 800.000,00

Alat-alat Kantor Rp 800.000

Kas Rp 800.000

-

4). Penjualan oleh kantor cabang, secara tunai Rp 1.000.000 dan kredit Rp 1.600.000,00

Kas Rp 1.000.000

PD Rp 1.600.000

Penjualan Rp 2.600.000




5). Penerimaan pembayaran piutang dari langganan Rp 1.000.000,00

Kas Rp 1.000.000

PD Rp 1.000.000




6). Biaya-biaya yang dibayar antara lain:

  • Biaya Gaji & Komisi Rp 220.000

  • Sewa Kantor Rp 160.000

  • Listrik & air Rp 20.000

  • Macam2 biaya Rp 25.000

Gaji & Komisi Rp 220.000

Sewa Kontor Rp 160.000

Listrik & air Rp 20.000

Kas Rp 500.000




7). Pengiriman uang ke kantor Pusat Rp 1.000.000,00

R/K-KP Rp 1.000.000

Kas Rp 1.000.000

Kas Rp 1.000.000

R/K KC Rp 1.000.000

8). Biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan diperhitungkan untuk beban kantor cabang oleh KP:

  • Biaya asuransi Rp 80.000,00

  • Brosur dan katalog Rp 120.000,00

  • Advertensi Rp 100.000,00

  • Bunga Investasi Rp 300.000,00

Biaya Asuransi Rp 80.000

Brosur & Katalog Rp 120.000

Advertensi Rp 100.000

Biaya bunga Rp 300.000

R/K-KP Rp 600.000

R/K Rp 600.000

Persekt Premi As Rp 80.000

Brosur & Katalg Rp 120.000

Biaya Advertn Rp 100.000

Pendapt Bunga Rp 300.000

31 Desember 2005

9). Persediaan brg dag.

Pd tgl 31 Desember 2005, sebesar Rp 1.020.000,00 depresiasi alat kantor Rp 20.000,00

Persediaan Br Rp 1.020.000

Depre. Alat Kntr Rp 20.000

Akm.Dep.alt Rp 20.000

Rugi/Laba Rp 1.020.000




10). Pemindahan saldo rekening pendapatan ke rugi laba

Penjualan Rp 2.600.000

Laba-Rugi Rp 2.600.000




11). Pemindahan saldo rekening biaya ke rugi laba

Rugi/Laba Rp 3.445.000

Gaji & Komisi Rp 220.000

Sewa Kantor Rp 160.000

Listrik, air Rp 20.000

Biaya Asuransi Rp 80.000

Brosur & Katalog Rp 120.000

B. Advertensi Rp 100.000

Biaya Bunga Rp 300.000

Dep. Alat Kntr Rp 20.000

Macam2 Biaya Rp 25.000

Pegrm. Br dr pst Rp 2.400.000




12). Pemindahan saldo laba ke ”R/K-KP”

Rugi-Laba Rp 175.000

R/K-KP Rp 175.000




13). Pengakuan laba atas operasi KC oleh KP




R/K KC Rp 175.000

Laba/Rugi Cab. Rp 175.000

14). Pemindahan saldo laba operasi cabang ke rugi-laba




Rugi/Laba Cab. Rp 175.000

Rugi/Laba Rp 175.000



1   2   3   4   5   6   7   8

Похожие:

Akuntansi Keuangan Lanjutan smk iconAnalisis laporan keuangan

Akuntansi Keuangan Lanjutan smk iconModel Sistem Informasi Keuangan

Akuntansi Keuangan Lanjutan smk iconNask behandle og forvalte ertatningssaker ara smk nanna Bergen stilk

Разместите кнопку на своём сайте:
kk.convdocs.org



База данных защищена авторским правом ©kk.convdocs.org 2012
обратиться к администрации
kk.convdocs.org
Главная страница